<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress.com" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Khas Djogdja</title>
	<link>http://khasdjogdja.wordpress.com</link>
	<description>Untold Stories of Jogja by Galeri Video Foundation</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Oct 2007 06:13:47 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>id</language>
	
	<item>
		<title>Keraton Kasultanan Yogyakarta</title>
		<description><![CDATA[ 
Keraton Kasultanan Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 Masehi oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bertahta sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pendirian Keraton yang sekaligus menandai berdirinya Kota Yogyakarta ini, diabadikan dengan ornamen simbolik berupa candrasengkala berbunyi &#8220;Dwi Naga Rasa Tunggal&#8221;, yang bermakna angka tahun 1682 Jawa. Ornamen berupa 2 ekor naga yang saling berlilitan ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=23&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/05/keraton-kasultanan-yogyakarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bangunan Keraton Kasultanan Yogyakarta</title>
		<description><![CDATA[ 
Pagelaran adalah halaman paling depan yang berhubungan langsung dengan Alun-alun Lor. Bagian utamanya adalah Bangsal Pagelaran, yang dahulu bernama Tratag Rambat. Nama Pagelaran baru diperkenalkan setelah pemugaran pada tahun 1921, pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Bangsal ini dipergunakan sebagai salah satu tempat pelaksanaan Upacara Garebeg yang diselenggarakan 3 kali dalam 1 tahun. Antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=21&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/05/bangunan-keraton-kasultanan-yogyakarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Benteng Baluwerti, Keraton Kasultanan Yogyakarta</title>
		<description><![CDATA[ 
Keraton Kasultanan Yogyakarta dikelilingi oleh sebuah benteng yang didirikan sebagai sarana pertahanan serta untuk mengantisipasi serangan musuh dari luar wilayah Keraton. Benteng ini dinamai Benteng Baluwerti, yang berarti jatuhnya peluru laksana hujan.
Benteng Baluwerti dibangun atas prakarsa Pangeran Adipati Anom, putra mahkota Sultan Hamengku Buwono I, sebagai reaksi atas berdirinya benteng Kompeni di sebelah utara Keraton. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=17&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/05/benteng-baluwerti-keraton-kasultanan-yogyakarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Riwayat Prajurit Keraton Kasultanan Yogyakarta</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Agus Yuniarso

Pada paruh akhir abad ke-18, Keraton Kasultanan Yogyakarta memiliki pasukan bersenjata yang cukup disegani kekuatannya. Pasukan ini terdiri dari pasukan infanteri dan kavaleri yang sudah dilengkapi dengan senapan api dan meriam, disamping berbagai senjata tradisional seperti pedang, tombak dan panah. Adanya pasukan ini tidak terlepas dari keberadaan para prajurit dan laskar-laskar rakyat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=9&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/04/riwayat-prajurit-keraton-kasultanan-yogyakarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Profil Prajurit Keraton [1]</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Agus Yuniarso
 
Keraton Kasultanan Yogyakarta memiliki kesatuan-kesatuan prajurit yang disebut bregada. Saat ini terdapat 10 bregada prajurit, yaitu : Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaheng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Nyutro, Prajurit Bugis dan Prajurit Surokarso. Setiap bregada dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Kapten, didampingi oleh seorang perwira berpangkat Panji, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=12&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/03/profil-prajurit-keraton-1/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Profil Prajurit Keraton [2]</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Agus Yuniarso
 
Yang tampil pada urutan berikutnya adalah Bregada Prajurit Mantrijero. Pada jamannya, Bregada Prajurit Mantrijero beranggotakan menteri-menteri di Keraton yang bertugas sebagai hakim yang memutuskan perkara. Tugasnya sebagai pengawal Sultan pada saat diselenggarakannya Upacara Jumenengan Dalem Nata di Bangsal Sitihinggil. Prajurit Mantrijero berseragam sikepan dan celana panji dengan corak lurik khas Mantrijero, sepatu model [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=14&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/10/01/profil-prajurit-keraton-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gunungan Ciri Khas Upacara Garebeg</title>
		<description><![CDATA[Upacara Garebeg di Kasultanan Yogyakarta diselenggarakan 3 kali dalam satu tahun pada bulan Syawal, bulan Besar dan bulan Maulud dalam penanggalan Jawa, bertepatan dengan hari-hari besar Islam. Upacara Garebeg Maulud yang diselenggarakan setiap tanggal 12 bulan Maulud – yang bertepatan dengan bulan Rabi’ul Awal dalam penanggalan Islam, merupakan puncak perayaan Sekaten yang diselenggarakan di Keraton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=6&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2007/08/24/gunungan-ciri-khas-upacara-garebeg/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Titik Nol Kilometer Kota Jogja</title>
		<description><![CDATA[Catatan:
Artikel ini merupakan transkrip sebagian naskah video dokumenter berjudul  “ Beginner’s Guide to Jogja “ (Sutradara: Agus Yuniarso; Produksi: Galeri Video Foundation, Yogyakarta, 2006; total durasi:  26 menit)
Anda dapat memperoleh video dokumenternya [ disini ]
Di mana lokasi titik nol kilometer Kota Jogja ? Sebagian orang akan langsung menjawab Tugu Pal Putih, yang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=3&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2006/11/15/titik-nol-kilometer-kota-jogja/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kawasan Jeron Benteng</title>
		<description><![CDATA[Catatan:
Artikel ini merupakan transkrip sebagian naskah video dokumenter berjudul  “ Beginner’s Guide to Jogja “
(Sutradara: Agus Yuniarso; Produksi: Galeri Video Foundation, Yogyakarta, 2006; total durasi:  26 menit)
Anda dapat memperoleh video dokumenternya [ disini ]
Istilah Jeron Benteng biasa dipakai untuk menyebut kawasan di bagian dalam benteng yang mengelilingi Keraton Kasultanan Yogyakarta, yang menjadi situs [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khasdjogdja.wordpress.com&blog=779928&post=4&subd=khasdjogdja&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://khasdjogdja.wordpress.com/2006/11/14/kawasan-jeron-benteng/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
