Profil Prajurit Keraton [1]

Oleh: Agus Yuniarso

 20_profil_prajurit.jpg

Keraton Kasultanan Yogyakarta memiliki kesatuan-kesatuan prajurit yang disebut bregada. Saat ini terdapat 10 bregada prajurit, yaitu : Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaheng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Nyutro, Prajurit Bugis dan Prajurit Surokarso. Setiap bregada dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Kapten, didampingi oleh seorang perwira berpangkat Panji, yang bertugas untuk mengatur dan memerintah keseluruhan prajurit dalam bregada. Setiap Panji didampingi oleh seorang Wakil Panji. Sementara regu-regu dalam setiap bregada dipimpin oleh seorang bintara berpangkat Sersan. Keseluruhan perwira dalam semua bregada dipimpin oleh seorang Pandega. Pucuk pimpinan tertinggi keseluruhan bregada prajurit Keraton adalah seorang Manggalayudha.  

Saat ini, keberadaan bregada-bregada prajurit Keraton berada dibawah Pengageng Tepas Kaprajuritan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bregada-bregada prajurit Keraton ini selalu tampil dengan urutan dan formasi tertentu sesuai peran dan fungsi masing-masing, sebagaimana yang ditampilkan dalam setiap defile pada upacara Garebeg.

Setiap defile biasanya dimulai dengan tampilnya Bregada Prajurit Wirobrojo. Dahulu, Prajurit Wirobrojo selalu berada di garis terdepan dalam setiap pertempuran. Karenanya di masa kini dalam berbagai upacara adat, bregada ini selalu diposisikan di barisan paling depan. Bregada Prajurit Wirobrojo menggunakan seragam berbentuk sikepan, ikat pinggang dari kain satin dan celana panji yang semua berwarna merah, sepatu pantopel hitam dengan kaus kaki putih, serta topi berbentuk lombokan berwarna merah yang disebut Kudhup Turi. Benderanya bernama Gula Klapa, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Santri dan Kanjeng Kyai Slamet. Alat musik tambur dan seruling yang melengkapi korps musiknya, melantunkan lagu bernama Gendhing Dayungan dan Lagu Rotodadali. Senjata yang melengkapinya berupa senapan api dan tombak. Karena model seragamnya yang menyerupai lombok merah, Prajurit Wirobrojo juga disebut sebagai Prajurit Lombok Abang. Ciri nama-nama para prajurit dalam bregada ini selalu disertai dengan kata ” Brojo “.

Pada urutan berikutnya, tampil Bregada Prajurit Dhaheng. Pengambilan nama bregada ini berkaitan dengan asal-usul para prajuritnya yang berasal dari Sulawesi. Ciri Bregada Prajurit Dhaheng adalah baju dan celana panjang putih dengan strip merah pada bagian dada dan samping celana, topi berbentuk mancungan berwarna hitam dengan hiasan bulu ayam warna merah putih. Benderanya bernama Bahning Sari, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Jatimulyo atau Doyok. Korps musik Bregada Prajurit Dhaheng memainkan perangkat musik tambur, seruling, bende, ketipung, pui-pui dan kecer. Lagu yang didendangkan bernama Ondal-andil dan Kenobo. Senjata yang melengkapi Bregada Prajurit Dhaheng adalah senapan api dan tombak. Ciri nama-nama para prajurit dalam bregada ini selalu disertai dengan kata “Niti”.

Di belakang Prajurit Dhaheng, tampil Bregada Prajurit Patangpuluh. Bregada ini, bermula dari 40 orang prajurit yang pada jamannya dikenal memiliki keberanian dan ketangguhan luar biasa, yang sangat diandalkan di medan pertempuran. Prajurit Patangpuluh menggunakan seragam berbentuk sikepan dengan corak lurik khas Patangpuluh, celana pendek merah di luar celana panjang putih, rompi berwarna merah, sepatu lars hitam serta tutup kepala berbentuk songkok berwarna hitam. Benderanya bernama Cakragora, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Trisula. Korps musik Bregada Prajurit Patangpuluh dilengkapi dengan perangkat musik tambur, seruling dan terompet yang melagukan Mars Bulu-bulu dan Gendera. Bregada Prajurit Patangpuluh dipersenjatai dengan senapan api dan tombak. Ciri nama-nama para prajurit dalam bregada ini selalu disertai dengan kata “Himo”.

Selanjutnya tampil Bregada Prajurit Jogokaryo. Ciri Bregada Prajurit Jogokaryo adalah seragam berbentuk sikepan dan celana bercorak lurik khas Jogokaryo dengan rompi kuning emas, sepatu pantopel hitam dengan kaos kaki biru tua serta topi hitam bersayap. Benderanya bernama Papasan, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Trisula. Bregada ini dilengkapi dengan perangkat musik tambur, seruling, dan terompet, yang melagukan Tameng Madura dan Slagunder. Bregada Prajurit Jogokaryo dilengkapi dengan senjata berupa senapan api dan tombak. Ciri nama-nama para prajurit dalam bregada ini selalu disertai dengan kata ” Parto “.

Bregada Prajurit Prawirotomo yang tampil di belakang Bregada Prajurit Jogokaryo beranggotakan para prajurit yang memiliki kelebihan dibanding prajurit lainnya. Kisah keberadaan bregada ini berasal dari sekitar 1000 orang anggota Laskar Mataram yang membantu Pangeran Mangkubumi dalam pertempuran melawan Kompeni Belanda. Laskar ini selalu berhasil gemilang dalam setiap pertempuran, sehingga mendapatkan nama Prawirotomo. Bregada ini menggunakan seragam berbentuk sikepan berwarna hitam serta celana pendek merah diluar celana panjang putih, sepatu lars hitam serta topi hitam berbentuk kerang. Benderanya bernama Geniroga atau Bantheng Ketaton, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Trisula. Dilengkapi dengan perangkat musik tambur, seruling dan terompet yang mengumandangkan lagu Pandeburg dan Mars Balang. Senapan api adalah senjata utama yang melengkapi Prajurit Prawirotomo. Ciri nama para prajuritnya selalu disertai dengan kata ” Prawiro “.

Berikutnya adalah Bregada Prajurit Ketanggung. Para prajurit dalam bregada ini pada jamannya bertanggung jawab atas keamanan di lingkungan Keraton, sebagai penuntut perkara, serta berkewajiban mengawal Sultan pada setiap kunjungan keluar Keraton. Seragam Bregada Prajurit Ketanggung berbentuk sikepan dengan corak lurik khas Ketanggung serta celana pendek hitam diluar celana panjang putih, sepatu lars hitam dan topi berbentuk mancungan berwarna hitam yang dihiasi dengan bulu-bulu ayam. Benderanya bernama Cakraswandana, dengan dwaja bernama Kanjeng Kyai Nanggolo. Korps musik bregada prajurit ini dilengkapi dengan perangkat tambur, seruling, terompet dan bende yang mengumandangkan lagu Bergola Milir atau Lintrik Emas dan Harjuno Mangsah atau Bima Kurda. Bregada Prajurit Ketanggung dipersenjatai dengan senapan api dengan bayonet terhunus serta tombak. Ciri nama-nama para prajuritnya selalu disertai dengan kata ” Joyo “.

About these ads

7 responses to “Profil Prajurit Keraton [1]

  1. ada data pemetaan kampung2 prajurit sebelum kampung2 tersebut seperti sekarang tidak?
    saya sedang mencari data 10 kampung yang merupakan nama dari kesepuluh prajurit…

  2. Wah, sayang, kami belum berhasil menemukan data tersebut. Ada data beberapa peta kota Jogja sebelum tahun 1900an, nama-nama kampung tersebut belum ada.

  3. wah terimakasih sudah mau menulis tentang jogja, sekedar tambahan sampai sekarang nama kamupung itu masih ada, diantaranya adalah Wirobrajan, Patangpuluhan, Prawirotaman, Dhaengan, Ketanggungan, Jogokaryan, ada lagi satu barikade prajurit yang belu disebut yaitu “Prajurit Bugis” yang juga berasal dari orang² Bugis di Sulsel dan skarang nama kampungnya adalah Bugisan. Kampung² tersebut berada di sisi barat dan sisi selatan tembok Istana

  4. Wah, ternyata pada jaman kayak gini juga ada yang masih peduli ama bregada Kraton Jogja, makasih lho, mas !

  5. Wah, asyik Mas.. kalo data yang lebih detil (jenis, merk, thn pembuatan senapan) punya gak? Boleh di-‘sharing’ juga, tuh..
    Apakah bapak-bapak prajurit kesultanan juga berlatih kemiliteran selain defile? (menembak, beladiri, merayap, pengintaian, misalnya). Gimana-gimana kan mereka juga cadangan nasional.
    Apakah korps kavaleri ada? Saya juga pernah dengar dulu (zaman Kesultanan Demak Bintara) ada yang namanya ‘Gada Mestaka’ dan ‘Wanasalam’. Kira-kira itu istilah untuk satuan tentara kraton juga? Dipakai atau tidak di kraton Jogja?

    Nuwun.
    Cak Den

  6. untuk tugas akhir kuliah saya, saya mau nulis karya tulis yang ada hubungan nya dengan prajurit kraton. saya harus melakukan penelitian, hal yang mau saya tulis di dalam karya tulis saya yaitu tntng keberadaan praqjurit lombok abang (mengapa dalam bregada prajurit kraton pasukan ini selalu di barisan depan?? apa dalam pertempuran masa lalu prajurit ini juga berada di barisan depan? apa alasan nya? n senjata apa saja yang dipakai oleh prajuri ini?)

    saya mohon bantuan nya..
    atau referensi buku, artikel, atau informan yang bisa saya cari/saya hubungi.
    mohon bantuan nya.

  7. bagus sekali artikelnya. slm ini cr tau ttg prajurit keraton blm dpt yg selengkap ini. makasih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s